SELAMA DATANG

WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 24 Maret 2011

1. Belajar sambil usaha dalam kuliah ?


Jawab ::
Usaha sambil belajar memang bisa dibilang tidak mudah, Butuh kerja keras dalam usaha dan kuliah. Kita harus dapat pintar-pintar dalam membagi-bagi waktu. Disaat kita belajar, belajarlah dulu dan jika pelajaran sudah selesai kita dapat melanjutkan usaha kita. Tunjukkanlah kepada teman sekelas anda usaha apa yang sedang anda jalanin. Setelah teman sekelas, berusahalah mencari pelanggan sekitar lingkungan kampus anda.

2. Memaanfaatkan waktu luang disela-sela kuliah ?


Jawab ::
Dalam waktu luang disela-sela yang kita dapatkan, kita dapat membaca buku untuk menambah ilmu dan wawasan, menanyakan pelajaran apa yang kita kurang mengerti, mengerjakan tugas jika belum dikerjakan, share kepada teman-teman tentang apa saja yang bersifat positif.

Rabu, 23 Maret 2011

3. Kuliah yang efisien ?


Jawab ::
Datang kekampus tepat waktu, sebelum 20 menit pelajaran dimulai kita harus sudah berada dikampus. maanfaatkan untuk bertanya kepada dosen tentang pelajaran yang kurang dimengerti. Langsung pulang jika jadwal kampus sudah tidak ada.

4. Seandainya saya menjadi pemimpin perusahaan / organisasi ?


Jawab ::
Saya akan akan menjadi pemimpin yang penuh dengan tanggung jawab, disiplin, tegas bukan keras dan saya akan mengajarkan kepada pegawai perusahaan untuk selalu disiplin waktu, bersikap professional, jujur, pekerja kera, ulet,  janagn cepat menyerah, dan jangan cepat putus asa.

Rabu, 02 Maret 2011

ORGANISASI PERUSAHAAN


BAB 2
TEORI ORGANISASI KLASIK

Teori klasik dalam tiga aliran : birokrasi, teori administrsi, dan manajemen alamiah.
Birokrasi dikembangkan dari ilmu sosiologi. Sedangkan teori administrasi dan manajemen ilmiah dikembangkan langsung dari pengalaman praktek manajemen. Teori administrasi memusatkan diri pada aspek makro dari organisasi. Aliran manajemen ilmiah member tekanan pada karyawan dan mandor dalam kegiata perusahaan, atau elemen mikro sebagai suatu bagian dari proses kerja.
TEORI BIROKRASI
Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata lega rasional. Organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Menurut Weber bentuk organisasi yang birokratik secara kodratnya adalah bentuk organisasi yang paling efisien.
Weber mengemukakan karakteristik-karakteristik birokrasi sebagai berikut :
1.      Pembagian kerja yang jelas.
2.      Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik.
3.      Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi.
4.      Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja.
5.      System atuarn yang mencakup hak-hak dan kewjiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan.
6.     Hubungan- hubungan antar pribadi yang bersifat “impersonal”.
Jadi, birokrasi adalah sebuah model organisasi normative, yang menekankan struktur dalam organisasi.
TEORI ADMINISTRASI
Teori administrasi adalah bagian dari teori organisasi klasik. Teori administrasi juga berkembang sejak tahun 1900. Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan  Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa. Serta Mooney dan Reily di amerika.
MANAJEMEN ILMIAH
Bagian ketiga dari teori klasik adalah manajemen ilmiah, (Scientific Management). Manajemen ilmiah dikembangkan mulai sekitar tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor, telah dipergunakan cukup luas.  Teori manajemen ilmiah masih banyak dijumpai dalam praktek-praktek manajemen modern.
F.W. Taylor mencoba mengembangkan metode yang lebih efisien dengan mengadakan pendekatan ilmiah terhadap masalah-masalah manajemen. Sebagai hasilnyan dia mengemukakan empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan, yaitu :

1.      Menggantikan metode-metode kerja dengan berbagai metoda yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan.
2.      Mengadakan seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah
3.      Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan.
4.      Untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah,perlu dikembangkan semangat dan mental.
TEORI KLASIK : ANATOMI ORGANISASI FORMAL
Teori organisasi klasik hampir sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal.
Definisi Organisasi Formal
Tiga unsur pokok organisasi formal yang selalu muncul dalam literature-literatur manajemen adalah :
1.      Sistem kegiatan yang terkoordinasi
2.      Kelompok orang
3.      Kerjasama untuk mencapai tujuan.
Organisasi formal adalah system kegiatan yang terkoordinansi dari sekelompok orang yang bekerja bersama orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan di bawah kekuasaan dan kepemimpinan.
Dasar-dasar organisasi menurut teori klasik
Koordinasi bergantung pada empat kondisi pokok yang harus ada sebelum “kesatuan kegiatan” (unity  of action) itu mungkin terjadi. Kondisi-kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Kekuasaan – bisa demokratis atau otokratis
2.      Saling melayani – yang merupakan legitimasi social pada organisasi.
3.      Doktin – dalam arti hal ini merupakan rumusan tujuan organisasi
4.      Disiplin – diartikan sebagai perilaku yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.

BAB 3
TEORI ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Teori merubah, menammbah, dan dalam banyak hal memperluas teori klasik. Anggapan dasar teori neoklasik adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya.
PERKEMBANGAN TEORI NEOKLASIK
Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan hawthorne, serta tulisan Hugo Munsterberg.
KRITIK DAN “USUL” PERUBAHAN NEOKLASIK PADA TIANG DASAR TEORI ORGANISASI FORMAL.
Pengikut aliran neoklasik adalah mereka yang membahas kelemahan model klasik pada perilaku organisasi, tetapi tidak menentang seluruh teori klasik.
Pembagian kerja (division of labor)
Sejak pembagian kerja dilakukan, timbul masalah yang disebut anomie. Anomie adalah situasi dimana pedoman kerja tidak ada (“lack of rule”) dan disiplin diri diri menjadi berkurang (“lack of self-discipline”). Dan akibat adanya pembagian kerja adalh spesialisasi yang mengakibatkan orang terpecah-belah, merasa cemburu (iri) dengan orang lain, dan sebagainya.
Oleh karena itu eori neoklasik mengemukakan perlunya :
1.      Partisipasi
2.      Perluasan kerja (job enlargement)
3.      Management bottom-up
Proses-proses Skalar dan Fungsional
Proses scalar dan fungsional (scalar and functional processes) menimbulkan berbagai masalah dalam pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
Struktur Organisasi
Tentang struktur organisasi, teori neoklasik menyatakan bahwa struktur merupakan penyebab terjadinya pergeseran-pergeseran (frictions) di antara orang-orang yang melaksanakna fungsi yang berbeda-beda.
PANDANGAN NEOKLASIK TERHADAP ORGANISASI INFORMAL.
Organisai informal terdiri dari orang-orang yang bergabung menjadi suatu kelompok dalam kerjanya, tetapi penggabungan ini tidak ditentukan dalam “blue-print”.
Factor-faktor yang dapat menentukan munculnya organisasi informal, antara lain : (1) Lokasi : Untuk membentuk suatu kelompok. (2) Jenis Pekerjaan : Ini merupakan factor kunci yang menentukan munculnya dan komposisi organisasi informal. (3) Minat (interest) : Walaupun orang-orang mungkin ada pada lokasi yang sama, mengkentakan kerja yang sejenis, perbedaan minat di antara mereka. (4) Masalah-masalah khusus : Dalam hal ini orang-orang yang tidak mempunyai minat, pekerjaan, dan lokasi yang sama bergabung bersama untuk kepentingan khusus.


BAB IV
TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern melihat semua unsure organisai sebagai satu kesatuan. Organisasi adalah satu system terbuka yang harus – menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungannya. Teori modern adalah multidisiplin dengan sumbangan dari berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan.
DASAR PEMIKIRAN TEORI ORGANISASI MODERN
Teori organisasi dan manajemen dikembangkan sejak tahun 1950. Teori organisasi modern lebih dinamis daripada teori-teori lainnya dan meliputi lebih banyak variabel yang dipertimbangkan.
Teori modern bisa disebut sebagai organisasi dan manajemen umum yang memadukan teori klasik dan neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju. Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, dan probabilistic. Organisai terdiri atas 3 unsur : (1) unsur struktur yang bersifat makro. (2) Unsur proses yang juga bersifat makro dan (3) Unsur perilaku anggota organisasi yang bersifat mikro. Ketig saling kait-mengkait dan sebenernya tak terpisahkan satu sama lain.
Teori sistem Umum
Tujuan teori sistem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen-elemen dan proses-prose umum seluruh sistem sebagai titik awal.
Teori organisai modern kesamaan dengan teori sistem umum dalam cara memandang organisasi sebagai sesuatu yang terintegrasi. Teorisitem umum membicarakan setiap tingkatan sistem, sedangkan teori organisai modern memusatkan diri terutama pada tingkat organisasi manusia.
Teori Organisasi Sebagai Kerangka Sistem
Teori organisasi modern adalah multidisipliner yang konsep-konsep dan teknik-tekniknya dikembangkan dari banyak bidang studi, seperti sosoiologi, teori administrasi, ekonomi, psikologi, ekologi, operations research, dan banyak bidang-nidang lainnya.
Bagian-bagian dari sistem dan saling ketergantungannya. Bagian sistem pertama sistem adalah individu.
Bagian kedua sistem adalah penentuan fungsi-fungsi formal, yang biasa disebut organisasi formal.
Bagian ketiga dalam sistem organisasi adalah organisasi formal.
Bagian keempat adalah struktur status dan peranan.
Bagian kelima adalah lingkungan phisik pelaksanaan pekerjaan.
Teori organisasi modern menunjukan tiga proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam perilakunya berorganisasi. Ketiga proses tersebut adalah komunikasi, berusaha untuk mencapai keseimbangan, dan pengambilan keputusan.
(1)   Komunikasi sering disebut juga dalam teori neoklasik, tetapi tekanannya pada deskripsi bentuk kegiatan komunikasi, yaitu formal-informal, vertical-horizontal dan lini-staf.
(2)   Konsep keseimbangan adalah mengenai penyeimbangan mekanisme yang dengan jalan menjaga hubungan structural yang harmonis antar bagian-bagian dalam sistem.
(3)   Proses Pengambilan keoutusan adalah variabel internal dalam suatu organisasi yang tergantung pada pekerjaan-pekerjaan, harapan-harapan individu, motivasi dan struktur organisasi.
PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN
Pendekatan-pendekatan manajemen, yaitu pendekatan-pendekatan proses, perilaku, sistem dan contingency(situasional).
Pendekatan Proses
Pendekatan proses dalam manajemen juga disebut pendekatan fungsional, operasional, universal, tradisional atau klasik.
 Pendekatan Keperilakuan
Pendekatain ini sering disebut pendekatan hubungan manusiawi dengan (rotation approach).
Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan ini menganalisa masalah-masalah manajemen secara logika dan mengembangkan berbagai alternative keputusan pemecahnya.
Pendekatan Sistem
Pendekatan ini memberikan kepada manajemen cara memandang organisasi sebagai keseluruhan dan sebagian bagian lingkungan eksternal yang lebih luas.
Pendekatan Contigency(situasional)
Pendekatan contingency bermaksud untuk menjembatani gap yang ada antara teori dan praktek ini. Di samping itu, pendekatan contingency memasukan variabel-variabel lingkungan dalam analisisnya, karena perbedaan kondisi lingkungan akan memerlukan aplikasi konsep atau teknik manajemen yang berbeda pula.

Karya : Sukamto .R. dan T. hari handoko